Sang ibu, Sri Haryati, mengungkap bahwa putrinya sempat kehilangan semangat hidup.
Sri menuturkan, anaknya pernah mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya.
"Dia pernah bilang, ‘Mama punya suntikan buat MAN saja? Buat suntikan mati’," ujar Sri.
Mendengar hal itu, Sri berusaha menguatkan putrinya agar tetap bertahan demi anaknya yang masih kecil. Ia terus memberikan dukungan agar korban tidak menyerah pada keadaan.
Tangis ibu pecah melihat kondisi anak
Sri juga menceritakan momen saat pertama kali melihat kondisi anaknya yang penuh luka. Ia mengaku hampir pingsan karena tidak sanggup menyaksikan penderitaan tersebut.
"Ya Allah, saya tak tega melihat kondisinya. Saya sudah pengen pingsan. Enggak menyangka," tuturnya.
Baca Juga: Sawah mengering di Subang, ratusan hektare padi terancam gagal panen
Ia menggambarkan kondisi korban saat itu sangat memprihatinkan, bahkan pakaian yang dikenakan disebut menempel pada kulit akibat luka yang dialami.
Sebagai seorang ibu, Sri mengaku rasa sakit yang dirasakan bukan hanya karena luka fisik anaknya, tetapi juga penderitaan batin yang dialami.
"Mending badan ibu dipukuli ketimbang hati. Enggak bisa dijelaskan sakitnya," ucapnya.
Firasat buruk dan harapan keadilan
Sri juga mengaku sempat memiliki firasat buruk terhadap hubungan putrinya dengan terduga pelaku.
Baca Juga: Layanan darurat 110 Polri viral di media sosial, warganet keluhkan respons lamban petugas