news

Pecah tangis ibu usai putrinya jadi korban aniaya oknum polisi di Tegal: Mending badan saya dipukul, ketimbang hati

Sabtu, 4 Juli 2026 | 20:06 WIB
Menyoroti penuturan pilu seorang ibu usai putrinya dilaporkan menjadi korban penganiayaan anggota polisi di Tegal, Jawa Tengah (Instagram.com/@hotmanparisofficial)

Sang ibu, Sri Haryati, mengungkap bahwa putrinya sempat kehilangan semangat hidup.

Sri menuturkan, anaknya pernah mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Baca Juga: Bagaimana kronologi kasus aniaya istri polisi di Tegal? Ada dugaan korban dicekoki sabu sejak awal hubungan

"Dia pernah bilang, ‘Mama punya suntikan buat MAN saja? Buat suntikan mati’," ujar Sri.

Mendengar hal itu, Sri berusaha menguatkan putrinya agar tetap bertahan demi anaknya yang masih kecil. Ia terus memberikan dukungan agar korban tidak menyerah pada keadaan.

Tangis ibu pecah melihat kondisi anak

Sri juga menceritakan momen saat pertama kali melihat kondisi anaknya yang penuh luka. Ia mengaku hampir pingsan karena tidak sanggup menyaksikan penderitaan tersebut.

"Ya Allah, saya tak tega melihat kondisinya. Saya sudah pengen pingsan. Enggak menyangka," tuturnya.

Baca Juga: Sawah mengering di Subang, ratusan hektare padi terancam gagal panen

Ia menggambarkan kondisi korban saat itu sangat memprihatinkan, bahkan pakaian yang dikenakan disebut menempel pada kulit akibat luka yang dialami.

Sebagai seorang ibu, Sri mengaku rasa sakit yang dirasakan bukan hanya karena luka fisik anaknya, tetapi juga penderitaan batin yang dialami.

"Mending badan ibu dipukuli ketimbang hati. Enggak bisa dijelaskan sakitnya," ucapnya.

Firasat buruk dan harapan keadilan

Sri juga mengaku sempat memiliki firasat buruk terhadap hubungan putrinya dengan terduga pelaku.

Baca Juga: Layanan darurat 110 Polri viral di media sosial, warganet keluhkan respons lamban petugas

Halaman:

Tags

Terkini