"Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah fitnah keji dan berita bohong semata," ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Pernyataan dokter konsulen soal penanganan medis
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah muncul pernyataan dari dokter konsulen, dr. Tri Maharani, melalui media sosial.
“Ia dok, saya dikonsuli dan dr. Icha sudah menjalankan semua advis saya dengan benar dan tepat,” tulis dr. Tri Maharani dalam unggahannya di Threads melalui akun @maharani234, Minggu, 28 Juni 2026.
“Kasus ini tidak butuh antibisa karena fase lokal, semoga tidak ada kriminalisasi lagi terhadap dokter dan juga pengancaman terhadap pekerjaan mulia kita,” tambahnya (lihat rilis).
Pernyataan tersebut memperkuat bahwa tindakan medis yang diambil dr. Icha telah sesuai prosedur.
Dampak kasus terhadap perlindungan tenaga kesehatan
Kasus dr. Icha turut memicu diskusi nasional terkait perlindungan tenaga kesehatan (nakes). Banyak pihak menilai bahwa dokter harus dapat menjalankan keputusan klinis tanpa tekanan atau intimidasi.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan pentingnya perlindungan tersebut.
"Tidak boleh ada intimidasi, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengungkap adanya ratusan kasus perundungan terhadap tenaga kesehatan berdasarkan data Kemenkes.
Kasus dr. Icha pun diharapkan menjadi momentum evaluasi agar sistem perlindungan profesi dokter semakin diperkuat, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.***