“Dia datang ke sawah langsung mukul. Untung ada teman macul dua orang, mau mukul lagi dihalangin,” katanya.
Baca Juga: Ratusan jamaah padati Peringatan 10 Muharam di Subang, doa tolak bala hingga santuni 160 anak yatim
Setelah kejadian itu, Taufik disebut sempat pergi meninggalkan rumah selama kurang lebih satu minggu.
Dianggap anak kesayangan
Meski pernah mengalami kekerasan, Tata tidak menampik bahwa Taufik merupakan anak yang paling disayanginya.
Ia bahkan secara terbuka mengakui bahwa Taufik kerap mendapat perlakuan berbeda dibandingkan saudara-saudaranya.
“Karena Taufik ganteng gitulah, beda dari lainnya,” ungkap Tata.
Baca Juga: DPRD Subang bahas Raperda sistem kesehatan dan LPJ 2025, soroti arah kebijakan daerah
Ia juga menceritakan kondisi keluarganya. Anak pertama yang perempuan telah meninggal dunia, anak kedua laki-laki memiliki kebiasaan buruk, sementara anak bungsunya juga telah meninggal akibat overdosis.
Kondisi tersebut membuat Taufik menjadi sosok yang dianggap berbeda di dalam keluarga.
Kasus penyekapan dan penganiayaan terungkap
Kasus yang menjerat Taufik kini menjadi sorotan publik. Ia diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap pacarnya yang berinisial YTR.
Peristiwa ini terungkap setelah keluarga korban menerima informasi bahwa YTR berada di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada 12 Juni 2026.
Baca Juga: Muncul dugaan korban lain Taufik Hidayat, polisi ungkap belum ada laporan baru
Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi luka berat di bagian kepala dan wajah, serta mengalami sejumlah luka lain di tubuhnya.