news

Viral isu kebocoran 5,7 juta data nasabah mobile banking di dark web, Bank Jatim buka suara

Senin, 15 Juni 2026 | 20:26 WIB
Isu dugaan kebocoran data 5,7 juta nasabah Bank Jatim yang disebut beredar di situs gelap (X/DarilyDarkWeb)

GENMILENIAL.ID - Dugaan kebocoran data nasabah kembali menjadi sorotan publik setelah muncul klaim mengenai jutaan data milik nasabah Bank Jatim yang diduga bocor dan beredar di dark web.

Isu ini dengan cepat viral di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan data pribadi dalam layanan perbankan digital.

Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun @DailyDarkWeb di platform X pada Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga: Viral dugaan penumpang KRL pakai pin ibu hamil palsu, KAI ingatkan untuk cek keaslian: Ada logo dan masa aktif

Dalam unggahannya, disebutkan bahwa seorang pelaku ancaman siber mengiklankan database yang diduga terkait dengan platform mobile banking Bank Jatim, dengan klaim memiliki akses ke sekitar 5,7 juta data nasabah.

Unggahan tersebut juga menyertakan contoh struktur data yang diklaim berisi informasi pribadi dan demografis pelanggan, sehingga menambah kekhawatiran publik terhadap potensi kebocoran data berskala besar.

Beredar di media sosial dan Dark Web

Isu ini dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Banyak pengguna internet yang mempertanyakan kebenaran klaim tersebut, terutama karena jumlah data yang disebut mencapai jutaan pengguna.

Baca Juga: Nasib proyek motor MBG Rp1,03 triliun: Dibayar lunas BGN era Dadan Hindayana, berujung cicilan bagi pegawai SPPG?

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa data yang diduga bocor mencakup berbagai informasi penting, mulai dari nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal dan tempat lahir, hingga jenis kelamin dan pendidikan.

Tak hanya itu, terdapat pula informasi lain seperti pekerjaan, nomor telepon, hingga pengidentifikasi tambahan yang dikaitkan dengan aktivitas perbankan.

Jika benar terjadi, kebocoran data semacam ini berpotensi dimanfaatkan untuk tindakan kejahatan siber, seperti penipuan hingga pencurian identitas.

Kekhawatiran publik soal keamanan data

Halaman:

Tags

Terkini