GENMILENIAL.ID - Dugaan kebocoran data nasabah kembali menjadi sorotan publik setelah muncul klaim mengenai jutaan data milik nasabah Bank Jatim yang diduga bocor dan beredar di dark web.
Isu ini dengan cepat viral di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan data pribadi dalam layanan perbankan digital.
Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun @DailyDarkWeb di platform X pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dalam unggahannya, disebutkan bahwa seorang pelaku ancaman siber mengiklankan database yang diduga terkait dengan platform mobile banking Bank Jatim, dengan klaim memiliki akses ke sekitar 5,7 juta data nasabah.
Unggahan tersebut juga menyertakan contoh struktur data yang diklaim berisi informasi pribadi dan demografis pelanggan, sehingga menambah kekhawatiran publik terhadap potensi kebocoran data berskala besar.
Beredar di media sosial dan Dark Web
Isu ini dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Banyak pengguna internet yang mempertanyakan kebenaran klaim tersebut, terutama karena jumlah data yang disebut mencapai jutaan pengguna.
Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa data yang diduga bocor mencakup berbagai informasi penting, mulai dari nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal dan tempat lahir, hingga jenis kelamin dan pendidikan.
Tak hanya itu, terdapat pula informasi lain seperti pekerjaan, nomor telepon, hingga pengidentifikasi tambahan yang dikaitkan dengan aktivitas perbankan.
Jika benar terjadi, kebocoran data semacam ini berpotensi dimanfaatkan untuk tindakan kejahatan siber, seperti penipuan hingga pencurian identitas.
Kekhawatiran publik soal keamanan data