GMNI Subang mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat, akademisi, dan kelompok lingkungan sebelum mengambil keputusan strategis.
Menurut Rizky, pembangunan daerah harus berlandaskan prinsip keberlanjutan, bukan hanya pertumbuhan ekonomi sesaat.
“Subang tidak boleh kehilangan identitasnya. Pembangunan harus mampu menjaga keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***