Alih fungsi lahan ke tebu disorot GMNI Subang, ancam identitas nanas dan teh hingga risiko lingkungan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 10 Juni 2026 | 12:18 WIB
Moehamad Rizky, kader GMNI Subang sekaligus mahasiswa Universitas Mandiri, menyoroti isu alih fungsi lahan nanas dan teh menjadi tebu di Subang selatan (Dok. GMNI Subang)
Moehamad Rizky, kader GMNI Subang sekaligus mahasiswa Universitas Mandiri, menyoroti isu alih fungsi lahan nanas dan teh menjadi tebu di Subang selatan (Dok. GMNI Subang)

Jika lahan tersebut dialihkan menjadi tebu, kemampuan tanah dalam menjaga stabilitas lingkungan dikhawatirkan menurun.

Dampaknya bisa meluas, tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga wilayah yang bergantung pada sumber air dari kawasan tersebut.

Baca Juga: Dasco sebut pertemuan Chatib Basri dengan Presiden bahas strategi pertumbuhan ekonomi

“Tanaman teh membantu menjaga struktur tanah dan mengurangi risiko longsor. Ini tidak bisa diabaikan,” tegas Rizky.

Dampak ekonomi bagi petani

Selain lingkungan, GMNI Subang juga menilai alih fungsi lahan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat.

Ribuan petani dan pekerja selama ini menggantungkan hidup pada komoditas nanas dan teh.

Perubahan komoditas tanpa perencanaan matang dikhawatirkan akan mengubah struktur ekonomi yang sudah terbentuk dan berisiko merugikan masyarakat lokal.

Baca Juga: Rekonstruksi daycare Little Aresha Yogyakarta diwarnai teriakan orang tua korban, 23 adegan kekerasan diperagakan

Soroti aspek hukum dan keberlanjutan

Dari sisi regulasi, Rizky mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus mengacu pada prinsip kemakmuran rakyat sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945.

Selain itu, hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat juga dijamin dalam Pasal 28H UUD 1945, serta diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Ia menekankan bahwa setiap kebijakan alih fungsi lahan harus melalui kajian mendalam dan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek.

Baca Juga: Rekonstruksi kasus daycare Little Aresha ungkap fakta miris, pengasuh ikat balita atas perintah ketua yayasan

Dorong dialog dan kajian transparan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X