GENMILENIAL.ID – Sebuah unggahan di media sosial Threads yang membahas dugaan praktik tidak wajar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan publik.
Unggahan tersebut menyinggung perilaku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Serang yang diduga meminta manipulasi harga kepada vendor roti.
Utas tersebut pertama kali diunggah oleh akun Threads @spidolls yang membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan pihak yang mengaku dari SPPG.
Dalam unggahannya, ia mengungkap pengalaman saat diminta memproduksi roti dengan harga di bawah standar, namun tetap mencantumkan harga normal dalam nota.
“Akhirnya ngebuktiin sendiri kalau MBG ini lahan basah,” tulis akun tersebut, dikutip pada Jumat, 5 Juni 2026.
Dugaan permintaan manipulasi harga
Dalam penjelasannya, pengunggah menyebut bahwa pada 9 April 2026 dirinya diminta menyediakan roti dengan harga Rp1.500 per buah, sementara harga asli produk tersebut mencapai Rp3.000.
“Tanggal 9 April diminta kasih harga roti Rp1.500 padahal harga aslinya Rp3.000, tapi nota tetap harus ditulis 3.000,” tulisnya.
Tak hanya itu, ia juga mengaku diminta menyesuaikan kualitas produk agar sesuai dengan harga yang ditawarkan.
Dalam percakapan yang dibagikan, pihak SPPG disebut meminta penggunaan bahan yang lebih murah.
“Minta harga Rp1.500 per biji, dikurangi aja ukurannya bu, pakai tepung dan susu curah enggak apa-apa,” tulis pesan dari pihak SPPG.
Namun, permintaan tersebut ditolak oleh penjual karena mempertimbangkan kualitas produk, terlebih jika dikonsumsi oleh anak-anak.