news

Disorot minim transparansi, Dewan Pendidikan Subang diminta turun ke lapangan dan jelaskan kinerja

Senin, 1 Juni 2026 | 21:15 WIB
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Subang, Iwan Darmawan, saat memberikan keterangan terkait evaluasi kinerja Dewan Pendidikan Kabupaten Subang, Senin 1 Juni 2026

GENMILENIAL.ID – Kinerja Dewan Pendidikan Kabupaten Subang menjadi sorotan setelah satu tahun sejak dilantik pada 2 Mei 2025.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Subang, Iwan Darmawan, menilai lembaga tersebut perlu menunjukkan kerja nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Kepada GenMilenial.id, Senin, 1 Juni 2026, Iwan menegaskan bahwa Dewan Pendidikan memiliki peran penting sebagai pengontrol dunia pendidikan.

Namun, ia mempertanyakan sejauh mana fungsi tersebut telah dijalankan secara optimal di lapangan.

Baca Juga: Viral curhatan mantan partner, blak-blakan sebut Farhan 2 kali curi idenya untuk jalankan Hanania Travel

Soroti fungsi kontrol dan kualitas pendidikan

Iwan berharap Dewan Pendidikan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), terutama dalam mengawasi kualitas tenaga pendidik dan sistem pendidikan di Subang.

“Dewan Pendidikan harus bekerja sama dengan seluruh insan pendidikan dan melakukan kontrolling terhadap dunia pendidikan, khususnya yang berkaitan langsung dengan siswa,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap kompetensi guru dan kepala sekolah, termasuk metode pengajaran yang digunakan di kelas.

Baca Juga: Sopir taksol viral ngamuk di Tol JORR diciduk polisi, buntut rusak spion mobil pakai kunci roda

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh mana tenaga pendidik memahami standar kompetensi yang berlaku.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap lingkungan sekolah serta kinerja Dinas Pendidikan agar selaras dengan tujuan peningkatan mutu pendidikan.

Minim transparansi ke publik

Salah satu kritik utama yang disampaikan adalah kurangnya keterbukaan Dewan Pendidikan kepada publik.

Halaman:

Tags

Terkini