Pihak keluarga disebut tidak menerima informasi secara transparan terkait kondisi tersebut setelah tindakan awal dilakukan di RSUD AWS Samarinda.
Reaksi publik dan desakan investigasi
Temuan ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Warganet ramai membanjiri kolom komentar akun resmi RSUD AWS Samarinda dan mendesak agar kasus ini segera diusut secara tuntas.
“Usut tuntas kasus malpraktik!” tulis sejumlah warganet dalam kolom komentar.
Desakan publik ini memperlihatkan tingginya perhatian masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas layanan kesehatan.
Riwayat kasus serupa di RSUD AWS
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur diketahui pernah menangani kasus dugaan kelalaian medis di rumah sakit yang sama.
Sebelumnya, RSUD AWS Samarinda dilaporkan terkait dugaan kelalaian terhadap bayi berusia 3 bulan yang mengalami perubahan warna kulit menjadi hitam setelah pemasangan infus.
Baca Juga: Razia narkoba di Riau bikin geger warga medsos, polisi ringkus anak kepala daerah hingga selebgram
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, saat itu menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman.
“Kami sedang menghimpun informasi dan mendalami kejadian tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap kejadian yang tidak diinginkan dalam pelayanan medis harus segera ditindaklanjuti serta dievaluasi secara menyeluruh.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen RSUD AWS Samarinda terkait dugaan malpraktik terbaru tersebut.***