DPPI soroti kejanggalan dalam proses seleksi
Sebelumnya, pendamping Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar, Alfarezal Suliano, telah melaporkan panitia seleksi ke DPRD Sulsel.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran dan ketidakwajaran dalam proses seleksi.
Baca Juga: Isu teror pocong viral, Polres Subang tingkatkan patroli antisipasi kejahatan
Alfarezal menyoroti fakta bahwa Cathlyn disebut telah masuk tiga besar, namun justru digeser tanpa penjelasan yang jelas.
Selain itu, ia juga mempertanyakan adanya penilaian bahasa daerah terhadap peserta yang berasal dari latar belakang etnis berbeda.
“Kenapa yang menggantinya diambil dari peserta yang bahkan tidak masuk 10 besar, bukan dari lima besar yang tersisa,” ujarnya, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia juga menambahkan bahwa terdapat dua peserta yang diduga digeser tanpa alasan yang transparan, sehingga memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Baca Juga: Sistem terbuka seleksi Polri 2026, nilai langsung keluar cegah praktik curang
Kesbangpol bantah isu diskriminasi dan rasisme
Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, membantah seluruh tudingan yang beredar.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi telah dilakukan secara transparan, objektif, dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Informasi yang viral di media sosial tidak sesuai dengan mekanisme seleksi yang sebenarnya. Kami pastikan seleksi ini berjalan transparan dan objektif,” tegasnya dalam keterangan resmi, Kamis, 28 Mei 2026.
Arifin juga menilai bahwa istilah 'pergantian peserta' tidak tepat, karena hingga tahap akhir belum ada pengumuman resmi terkait tiga besar peserta yang akan mewakili Sulsel ke tingkat nasional.
Baca Juga: UMB somasi Elfiany Syafruddin usai dicatut dalam dugaan penelitian palsu bersama Rifaldy Fajar cs