UMB somasi Elfiany Syafruddin usai dicatut dalam dugaan penelitian palsu bersama Rifaldy Fajar cs

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 28 Mei 2026 | 21:16 WIB
Temuan penelitian Elfiany Syafruddin yang mencatut nama UMB (kiri) dan diduga ibu kandung Rifaldy Fajar (kanan) (Instagram/lp2m_umbulukumba - rifaldyfajar)
Temuan penelitian Elfiany Syafruddin yang mencatut nama UMB (kiri) dan diduga ibu kandung Rifaldy Fajar (kanan) (Instagram/lp2m_umbulukumba - rifaldyfajar)

GENMILENIAL.ID – Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) buka suara setelah namanya dicatut dalam dugaan kasus pemalsuan riset yang melibatkan Rifaldy Fajar dan sejumlah pihak lainnya.

Kampus tersebut menegaskan akan mengambil langkah tegas, termasuk melayangkan somasi kepada Elfiany Syafruddin yang tercantum dalam penelitian tersebut.

Kasus ini mencuat setelah adanya pemaparan materi dalam konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang digelar di Kopenhagen, Denmark.

Baca Juga: Satu keluarga ditemukan meninggal saat kamping di Temanggung, polisi selidiki dugaan keracunan

Dalam riset yang dipresentasikan, tercantum afiliasi UMB melalui salah satu anggota tim, yakni Elfiany Syafruddin.

Hal ini kemudian memicu polemik di ruang publik, terutama di media sosial, karena diduga ada pencatutan identitas akademik untuk kepentingan tertentu.

UMB tegaskan status Elfiany hanya alumni

Pihak UMB mengklarifikasi bahwa Elfiany Syafruddin bukan bagian dari civitas akademika aktif kampus.

Ia disebut hanya berstatus sebagai alumni dan tidak memiliki keterkaitan resmi dengan kegiatan penelitian yang dimaksud.

Baca Juga: Nasabah BCA di Tasikmalaya kehilangan Rp160 juta, dugaan akses mobile banking dari pihak luar disorot

“Saudari Elfiany Syafruddin bukan merupakan dosen, staf peneliti, maupun mahasiswa aktif di UMB. Statusnya murni hanya sebagai alumni,” ujar pihak kampus dalam keterangan resmi pada Kamis, 28 Mei 2026.

UMB menjelaskan bahwa Elfiany merupakan lulusan Program Studi Bahasa Indonesia saat kampus tersebut masih bernama STKIP Muhammadiyah Bulukumba, dengan tahun kelulusan 2010/2011.

Klarifikasi ini penting disampaikan agar publik tidak salah memahami posisi institusi dalam kasus yang tengah ramai diperbincangkan tersebut.

Baca Juga: Menyoroti heboh dugaan pemalsuan riset di konferensi ilmiah internasional, UNY dan ITB buka suara soal status Prihantini

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X