Baca Juga: Angka kemiskinan Subang 9,23 persen, penerima PKH capai 55 ribu keluarga
Modus ini diduga bertujuan untuk memperoleh travel grant, yaitu bantuan dana untuk menanggung biaya perjalanan dalam menghadiri konferensi ilmiah di luar negeri.
Lembaga fiktif hingga klarifikasi
Mandhara juga menyoroti penggunaan nama lembaga dalam artikel ilmiah yang dibawa para terduga.
Selain mencantumkan Universitas Negeri Yogyakarta yang merupakan institusi resmi, terdapat pula nama AI-BioMedicine Research Group dan IMCDS-BioMed Research Foundation yang diduga fiktif.
Menurutnya, penggunaan lembaga tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mendapatkan pendanaan perjalanan secara gratis.
Menanggapi tudingan yang beredar, Rifaldy Fajar akhirnya angkat bicara. Ia menyatakan bahwa pihaknya tengah menyusun klarifikasi secara menyeluruh sebelum disampaikan ke publik.
Rifaldy juga menyayangkan belum adanya upaya klarifikasi langsung kepada pihaknya sebelum isu tersebut viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar belum tentu sepenuhnya sesuai dengan fakta.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai dugaan kasus pemalsuan riset tersebut.***