Dugaan sumber keracunan
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa dugaan sementara sumber keracunan mengarah pada salah satu menu, yakni pangsit isi tahu.
Baca Juga: Bayi 11 bulan di Subang butuh bantuan, pengobatan hidrosefalus terkendala biaya
Hal ini berdasarkan laporan bahwa makanan tersebut memiliki rasa yang tidak normal saat dikonsumsi.
“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.
Ratusan siswa jalani perawatan
Dari total 252 siswa yang melaporkan gejala keracunan, sebanyak 188 di antaranya telah mengakses layanan fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Tragedi bus ALS vs truk tangki di Muratara: Korban tewas jadi 18, dugaan ada jenazah balita
Sementara itu, 26 siswa dilaporkan sempat menjalani perawatan intensif hingga Sabtu.
Para korban dirujuk ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, dan RS Pekerja.
Sebagian siswa lainnya yang mengalami gejala ringan menjalani rawat jalan di puskesmas terdekat.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengungkapkan bahwa SPPG Pulogebang 15 merupakan salah satu dapur penyedia MBG yang telah beroperasi sejak 31 Maret 2026.
Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang
Kasus serupa pernah terjadi