news

Sempat hilang kontak, oknum kiai cabul Ponpes Pati dikabarkan berhasil diringkus di Wonogiri

Kamis, 7 Mei 2026 | 10:16 WIB
Tersangka kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati sempat hilang kontak dengan keluarga dan penasihat hukum saat akan pemeriksaan polisi (Instagram/pandawaragroup - ekosuswanto_mbahto)

GENMILENIAL.ID – Polresta Pati menyatakan siap melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik dan sempat tidak dapat dihubungi.

Tersangka Asyhari sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 April 2026 dalam perkara dugaan pencabulan terhadap santriwati.

Setelah penetapan tersebut, penyidik kemudian melakukan pemanggilan untuk pemeriksaan, namun tersangka tidak hadir.

Baca Juga: Terungkap peran 3 tersangka di kasus 2 PRT terjatuh dari lantai 4 kos Benhil

Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro, menjelaskan bahwa pemanggilan pertama dilakukan pada 4 Mei 2026, namun tidak dihadiri oleh tersangka.

“Sudah melakukan pemanggilan. Pemanggilan pertama pada tanggal 4 Mei 2026, kita lakukan pemanggilan untuk pelaku tidak kooperatif dan tidak hadir di Polresta Pati,” kata Iswantoro kepada awak media, Rabu, 6 Mei 2026.

Selanjutnya, polisi menjadwalkan pemanggilan kedua pada 7 Mei 2026. Namun hingga waktu yang ditentukan, Asyhari kembali tidak hadir dan tidak dapat dihubungi oleh penyidik.

“Upaya selanjutnya, Polresta Pati melakukan pemanggilan yang kedua, rencana kita agendakan tanggal 7 Mei 2026,” lanjutnya.

Baca Juga: Akhir pelarian sepasang kekasih di Medan, diduga bobol ATM seorang nenek hingga Rp45 juta

Sebelumnya, pihak penasihat hukum sempat menyampaikan bahwa tersangka akan kooperatif dalam proses pemeriksaan. Namun komunikasi dengan yang bersangkutan kemudian terputus dan tidak ada kejelasan keberadaan.

“PH sudah konfirmasi kepada penyidik bahwa akan proaktif, tapi pada saat pemanggilan untuk pelaku, hilang kontak. Sehingga tidak ada kabar dari pelaku,” jelasnya.

Polisi juga menyebut hingga saat ini pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan Asyhari.

“Untuk keberadaan pelaku, pihak keluarga juga tidak mengetahui, sampai saat ini tidak tahu di mana pelaku berada,” sambungnya.

Baca Juga: ICCN akan gelar Indonesia Culture Festival 2026 di Malang, angkat konsep living museum

Halaman:

Tags

Terkini