news

Geger kiai jadi tersangka pencabulan 50 santriwati, Kemenag ungkap nasib 252 santri Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Rabu, 6 Mei 2026 | 19:25 WIB
Massa saat melepas banner pengumuman di Ponpes Ndholo Kusumo dan memasang spanduk ‘Sang Predator’ di pagar pondok (Instagram/ekosuswanto_mbahto)

GENMILENIAL.ID – Pendidikan ratusan santri di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah dipastikan tetap berjalan meski kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum kiai tengah diproses hukum.

Kementerian Agama (Kemenag) memastikan para santri tidak akan kehilangan hak pendidikan.

Langkah pemindahan ke sejumlah sekolah dan madrasah lain di wilayah Kabupaten Pati pun telah disiapkan sebagai solusi.

“Pendidikan para santri Ndholo Kusumo harus terus berlanjut, ini yang juga menjadi fokus Kementerian Agama,” ujar Direktur Pesantren Basnang Said di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Rabu, 6 Mei 2026.

Baca Juga: Insiden pemukulan Waketum PSI Bro Ron di Menteng, terungkap dua versi kronologi

Ia menegaskan, pihaknya akan memindahkan para santri agar dapat melanjutkan pendidikan di lembaga yang telah ditentukan.

“Kita akan pindahkan para santri agar bisa melanjutkan sekolah di lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Pati,” lanjutnya.

252 Santri dipastikan tetap sekolah

Basnang mengungkapkan, total terdapat 252 santri yang sebelumnya belajar di Ponpes Ndholo Kusumo dengan rincian berbagai jenjang pendidikan.

Sebanyak 4 santri berada di tingkat Raudhatul Athfal setara PAUD, 89 santri di Madrasah Ibtidaiyah setara SD, 91 santri tingkat SMP, serta 50 santri di Madrasah Aliyah setara SMA.

Baca Juga: Remaja tukang roti diduga tewas dibacok di Cengkareng, bermula dari senggolan motor

Sementara itu, terdapat 8 santri yang tidak mengikuti pendidikan formal dan hanya belajar di lingkungan pondok.

Untuk santri kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah, diketahui telah mengikuti ujian pada 4 hingga 12 April 2026 dan saat ini tidak lagi tinggal di pesantren.

Seluruh santri yang sebelumnya menetap di ponpes tersebut juga telah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026 sebagai bagian dari penanganan awal situasi.

Halaman:

Tags

Terkini