Menanggapi hal itu, Dasco menyebut bahwa perubahan status tersebut masih dalam tahap simulasi dan belum diputuskan.
“Nah, tadi pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu masih disimulasikan,” kata Dasco.
Ia memastikan bahwa organisasi pengemudi ojol akan dilibatkan dalam proses pembahasan ke depan.
“Nanti itu juga tetap yang organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembug,” jelasnya.
Dasco juga menambahkan bahwa pemerintah melalui Danantara telah masuk ke dalam perusahaan aplikator dengan mengambil bagian saham, sehingga memiliki ruang untuk mempengaruhi kebijakan secara langsung.
Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem kerja yang lebih adil bagi pengemudi ojol sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem industri transportasi digital di Indonesia.***