Ia kemudian diminta untuk mencari keberadaan istrinya di rumah sakit terdekat di wilayah Bekasi.
Baca Juga: 87 Persen sawah Subang dikunci jadi LP2B, Kang Rey tegaskan tak boleh dialihfungsikan
"Disuruh mencari keberadaan istri saya di RS terdekat," tuturnya.
Suami korban sempat berharap bahwa istrinya hanya mengalami luka dan sudah mendapatkan perawatan medis.
"Waktu itu saya berdoanya ya handphone-nya saja yang di situ, jadi istri saya tuh sudah di rumah sakit," tambahnya.
Rasa bersalah dan duka mendalam
Mengenang kejadian tersebut, ia mengaku diliputi rasa bersalah karena tidak bisa berada di sisi istrinya saat kejadian terjadi.
"Saya merasa bersalah, kenapa dia harus kerja," ujarnya lirih.
Ia juga mengaku merasa bersalah kepada keluarga sang istri karena tidak dapat menjaga dengan baik.
"Merasa bersalah ke mertua, tidak bisa menjaga istri saya, marah dan kecewa," imbuhnya.
Pesan terakhir yang tak terlupakan
Sebelum insiden terjadi, korban sempat mengirimkan pesan singkat kepada suaminya yang kini menjadi kenangan terakhir.
Baca Juga: Polisi Makkah tangkap 3 WNI, diduga tawarkan haji ilegal dan edarkan kartu palsu
"Sayang, ini keretanya nabrak mobil," kata suami korban menirukan pesan terakhir istrinya.