GENMILENIAL.ID – Isu reshuffle atau perombakan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat dan menjadi perbincangan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Spekulasi tersebut semakin ramai setelah pihak Istana Kepresidenan memberikan respons singkat terkait kabar reshuffle yang mencuat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya, hanya memberikan jawaban singkat saat ditanya awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Tunggu saja,” ujar Teddy, Selasa 7 April 2026.
Baca Juga: BAZNAS ungkap zakat penghasilan 14 ribu ASN Subang bisa tembus Rp17 miliar per tahun
Isu reshuffle pun kian santer dikabarkan akan terjadi pada Senin, 27 April 2026, meski belum ada pernyataan resmi terkait kepastian waktunya.
Golkar dorong evaluasi kinerja menteri
Menanggapi wacana tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menilai reshuffle kabinet merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap para menteri menjadi hal yang penting, termasuk mengganti mereka yang dinilai tidak produktif.
“Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” kata Idrus kepada awak media di Jakarta.
Baca Juga: Kang Akur tekankan sinkronisasi pusat-daerah, otonomi tak boleh jalan sendiri
Menurutnya, reshuffle tidak sekadar pergantian figur, melainkan bagian dari mekanisme dalam sistem pemerintahan presidensial untuk memastikan jalannya roda pemerintahan tetap efektif.
Bukan soal presiden, tapi kinerja pembantu
Idrus juga menilai, persoalan yang dihadapi pemerintahan saat ini bukan berada pada kepemimpinan Presiden Prabowo, melainkan pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.