“Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Halmahera Utara raih KWP Award 2026, dinilai sigap tangani bencana
Keputusan untuk menahan harga dua jenis BBM tersebut dinilai sebagai langkah strategis, mengingat keduanya paling banyak digunakan oleh masyarakat.
Pemerintah pastikan BBM subsidi tetap aman
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan respons terhadap kondisi global.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyebut penyesuaian ini tidak bisa dihindari karena mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
“Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Bulan pascabencana, warga Aceh Utara masih bertaruh nyawa seberangi sungai tanpa jembatan
Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan.
Pertalite tetap berada di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Stabilnya harga BBM subsidi ini diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi masyarakat hingga akhir tahun 2026.***