“Telur ceplok itu kalau terlalu lama tidak baik, mungkin bisa diganti telur yang direbus,” ujarnya.
Baca Juga: Viral wisatawan terjebak banjir di Curug Gomblang Banyumas, ini kronologi dan penjelasan petugas
Selain itu, buah salak juga menjadi perhatian karena berpotensi tampak baik di luar namun rusak di bagian dalam.
“Kemudian ini buah salak, saya sudah ingatkan berkali-kali, bisa saja terlihat dari luar bagus tapi ternyata di dalamnya busuk,” imbuhnya.
SPPG diminta lakukan evaluasi
Menanggapi temuan tersebut, Wakil Bupati meminta SPPG tidak hanya menjalankan distribusi, tetapi juga memastikan kualitas makanan sampai ke siswa.
Ia menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh agar program MBG benar-benar memberikan manfaat.
Baca Juga: Warga desak Satpol PP tutup tambang ilegal di Subang, minta penindakan tanpa tebang pilih
“Kalian kok tidak bisa periksa satu-satu, pulang dari sini silahkan evaluasi, karena kalau seperti ini mubazir,” tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SPPG terkait dugaan makanan tidak layak konsumsi yang menyebabkan banyaknya ompreng tidak dimakan siswa.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik sekaligus bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.***