Kualitas meningkat setelah ditekan
Langkah tegas tersebut disebut berdampak langsung pada kualitas makanan. Setelah beberapa kali evaluasi keras, pihak SPPG mulai melakukan perbaikan.
Meski tidak merinci lokasi sekolah, penulis menyebut perubahan kualitas kini mulai terasa.
“Yang penting SPPG tersebut sudah mau berbenah diri, semoga selalu istiqomah dan amanah,” tulisnya.
Cerita ini menjadi angin segar di tengah banyaknya keluhan terkait MBG, mulai dari temuan makanan tidak layak konsumsi hingga menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran.
Baca Juga: BP4D Subang gaspol tulis ulang sejarah, targetkan perda dan identitas daerah lebih kuat
Respons warganet: Kritik konstruktif itu penting
Unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 12 ribu likes dan menuai beragam respons dari warganet.
Sebagian besar memuji langkah kepala sekolah yang dinilai berani dan solutif dalam mengawal kualitas program pemerintah.
“Nah, ini hasil kritis ke program ini. Bukan karena benci tapi kalau program harus jalan, ya jalan yang benar, dana pajak dipakai dengan sesuai,” tulis akun @eri********n.
“Kalau dia menunjukkan gejala keracunan, bisa selamat satu sekolah. Smart buat Kepseknya,” tulis akun @db.*****r.
Baca Juga: Viral lapak ‘MBG’ di Tebet, branding unik mirip program pemerintah picu sorotan
“Ini fungsi bersikap kritis, bukan dikit-dikit nuduh masyarakat nggak bersyukur,” tulis akun @hell************i.
Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan aktif dari pihak sekolah dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan program MBG.***