Saat ini, WTP Cijambe masih dalam tahap uji coba yang direncanakan berlangsung selama satu bulan. Meski baru berjalan sekitar dua pekan, dampak positifnya mulai dirasakan masyarakat.
Instalasi ini memiliki kapasitas produksi hingga 120 liter per detik, yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih di wilayah Cijambe, Subang, hingga Cibogo, termasuk kawasan industri seperti VinFast.
Baca Juga: Tragis! Anak di Lahat bunuh dan mutilasi ibu kandung, diduga dipicu uang judi online
Keberadaan WTP ini juga melengkapi enam instalasi sebelumnya yang telah beroperasi di Binong, Compreng, Pamanukan, Ciasem, Purwadadi, dan Kalijati.
Dilirik daerah lain, jadi model solusi
Inovasi berbasis efisiensi anggaran ini bahkan mulai dilirik daerah lain yang menghadapi persoalan serupa terkait krisis air bersih.
Konsep modifikasi teknologi dengan biaya rendah dinilai bisa menjadi model solusi yang lebih realistis di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Selain itu, Perumda Tirta Rangga Subang juga berencana menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan riset lanjutan terkait kondisi air di lokasi WTP Cijambe.
Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan solusi jangka panjang yang lebih komprehensif dalam menjaga kualitas air baku hingga sampai ke rumah masyarakat.
Upaya ini menunjukkan bahwa krisis air tidak selalu harus dijawab dengan proyek mahal. Inovasi dan efisiensi justru menjadi kunci dalam memastikan layanan publik tetap berjalan optimal di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks.***