Dalam video yang beredar, suasana tampak panik. Bahkan, istri korban dilaporkan pingsan karena tidak kuat melihat kejadian tersebut.
Kronologi versi kepolisian
Kapolsek Campaka AKP Firman Budiarto menjelaskan, keributan bermula dari permintaan uang oleh terduga pelaku kepada pemain organ untuk membeli minuman keras.
Baca Juga: Momentum HUT ke-78, DPRD Subang dorong pembangunan ngebut hingga target nol jalan rusak 2027
“Oleh penyelenggara organ, ditawarkan uang Rp100.000 tetapi orang tersebut menolak dengan alasan kurang,” ujarnya, Minggu, 5 April 2026.
“Karena di bawah pengaruh minuman keras, orang tersebut marah dan memicu kericuhan,” sambungnya.
Firman menuturkan, korban yang berada di dalam rumah mendengar keributan lalu keluar untuk menegur. Namun, para pelaku tidak terima dan mengejar korban hingga ke depan rumah.
“Korban dipukul menggunakan sebilah bambu ke kepala bagian belakang hingga terjatuh tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Baca Juga: Viral CCTV rekam orang beraktivitas mencurigakan di perempatan Bantul dini hari, warga resah
Meninggal dunia di rumah sakit
Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Bhakti Husada untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
“Sampai di RS pada Sabtu 4 April 2026 sekira pukul 15.20 WIB korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” kata Firman.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Belum ada keterangan resmi dari keluarga korban terkait insiden tragis yang terjadi di tengah pesta pernikahan tersebut.***