GENMILENIAL.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam terhadap kinerja para pejabat dan birokrat di Kabupaten Subang saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang, Senin, 6 April 2026.
Dalam pidatonya, ia menilai pola kerja aparatur pemerintah masih cenderung pasif dan terlalu bergantung pada program berbasis proyek.
Padahal, menurutnya, tantangan pembangunan Subang saat ini membutuhkan kecepatan dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga: Momentum HUT ke-78, DPRD Subang dorong pembangunan ngebut hingga target nol jalan rusak 2027
Birokrat disentil: Jangan tunggu proyek baru bergerak
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tugas utama pemerintah adalah mendampingi rakyat, bukan sekadar menjalankan program administratif.
Ia mengkritik keras kebiasaan sebagian dinas yang baru bekerja ketika ada proyek.
“Tugas pemerintah mendampingi rakyat. Rata-rata dinas teknis tidak jalan, kenapa? Semua orientasinya proyek. Ada proyek baru ada kegiatan, tidak ada proyek tidak ada kegiatan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung lambannya respons aparatur di lapangan, bahkan untuk persoalan sederhana seperti penataan lingkungan dan ketertiban umum.
Baca Juga: Viral CCTV rekam orang beraktivitas mencurigakan di perempatan Bantul dini hari, warga resah
“Gubernur tiap hari bongkar bangunan liar, cabut spanduk biar rapi. Tapi di daerah tidak ada yang bergerak,” tegasnya.
Soroti tata kelola dan potensi daerah
Menurutnya, Subang memiliki potensi besar sebagai daerah pertanian sekaligus kawasan industri.
Namun, kedua sektor tersebut harus dikelola secara selaras agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.