Sementara itu, petugas laki-laki disebut tetap bermain game ketika pasien membutuhkan bantuan.
Baca Juga: Pemerintah panggil Google dan Meta, tegaskan perlindungan 70 juta anak di ruang digital
Alat uap sempat tidak tersedia
Saat penanganan awal, pasien diketahui membutuhkan terapi uap.
Namun, alat uap disebut tidak tersedia di klinik sehingga keluarga sempat memutuskan pergi karena khawatir kondisi pasien semakin memburuk.
Setelah itu, keluarga dipanggil kembali karena alat ditemukan dan pasien sempat mendapatkan penanganan.
Obat diberikan tanpa kemasan layak
Keluhan juga muncul saat pasien menerima obat.
Baca Juga: Viral petinju lokal cekik turis Rusia di Bali, diduga bikin onar hingga ganggu warga
Obat disebut diberikan tanpa plastik kemasan standar, hanya disertai catatan yang ditulis langsung pada bungkus obat.
Hal ini dinilai menyulitkan keluarga dalam mengenali jenis obat yang diberikan.
Kondisi pasien kembali memburuk
Setelah mengonsumsi obat, kondisi pasien disebut kembali mengalami sesak napas.
Keluarga kemudian memutuskan membawa pasien ke fasilitas kesehatan lain.
Baca Juga: Viral mobil program Makan Bergizi Gratis diduga dipakai jemput penumpang di Bandara Lombok