Viral status WA petugas SPPG Purbalingga sebut ‘rakyat jelata’, warganet geram

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 16 Maret 2026 | 19:06 WIB
Viral unggahan status WA salah satu petugas SPPG di Purbalingga, Jawa Tengah (Instagram/info_purbalingga)
Viral unggahan status WA salah satu petugas SPPG di Purbalingga, Jawa Tengah (Instagram/info_purbalingga)

GENMILENIAL.ID - Tengah viral di media sosial tangkapan layar status WhatsApp yang diduga diunggah oleh salah satu petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purbalingga, Jawa Tengah.

Unggahan tersebut memperlihatkan sejumlah petugas SPPG yang berpose sambil melakukan peregangan sebelum berolahraga.

Namun perhatian warganet justru tertuju pada kalimat yang tertulis dalam keterangan foto tersebut.

Tangkapan layar status WhatsApp itu kemudian dibagikan oleh akun Instagram @info_purbalinga pada Senin, 16 Maret 2026.

Baca Juga: Viral menu MBG rapel 4 hari di pakem Sleman, warganet soroti harga ayam dan roti

“Peregangan sik (dulu), sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur," demikian kalimat yang tertulis dalam unggahan tersebut.

Kalimat itu pun dengan cepat memicu reaksi dari warganet karena dianggap tidak pantas, terutama karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan SPPG dibiayai dari uang negara.

Menuai kecaman warganet

Setelah unggahan tersebut viral, banyak warganet yang menyampaikan kritik terhadap penggunaan istilah 'rakyat jelata' dalam konteks pelayanan publik.

Beberapa warganet menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap profesional seorang petugas yang terlibat dalam program pemerintah untuk masyarakat.

Baca Juga: Curhatan guru di Semarang saat pembagian MBG, mengaku pulang telat karena harus rapikan ompreng

“Kalian harusnya bersyukur dapat kerjaan, kalau MBG stop, kalian udah nggak dapat gaji dari pajak rakyat lagi,” tulis akun @shi********d.

Warganet lain juga menilai kritik dari masyarakat seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan justru dibalas dengan pernyataan yang dianggap merendahkan.

“Kalau ada kekurangan atau kritik program, itu bagian dari evaluasi. Menyebut masyarakat sebagai ‘rakyat jelata kurang bersyukur’ tidak mencerminkan sikap pelayanan publik yang profesional,” tulis akun @aul*****_.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X