Negosiasi Kemenag RI berhasil, Klinik Kesehatan Haji Indonesia kembali beroperasi di Makkah

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 4 Juni 2025 | 20:39 WIB
Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi KKIH di Makkah pada Selasa, 3 Juni 2025 (Instagram/kemenag_ri)
Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi KKIH di Makkah pada Selasa, 3 Juni 2025 (Instagram/kemenag_ri)

GENMILENIAL.ID - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja (Daker) Makkah akhirnya kembali diizinkan beroperasi untuk melayani jemaah asal Indonesia setelah negosiasi intensif antara Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Pemerintah Arab Saudi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Arab Saudi sempat mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh jemaah haji dirujuk ke rumah sakit Saudi jika mengalami gangguan kesehatan.

Namun, kebijakan tersebut kini dilonggarkan setelah lobi diplomatik dilakukan oleh Menag RI Nasaruddin Umar kepada Menteri Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Baca Juga: Kuota rumah subsidi tembus 350 ribu unit, Menteri PKP puji peran Sufmi Dasco

“Banyak jemaah kita itu diduga menahan penyakitnya karena takut dibawa ke rumah sakit,” ujar Nasaruddin Umar dalam unggahan Instagram resmi @kemenag_ri, Rabu, 4 Juni 2025.

Ia mengungkapkan bahwa ketakutan jemaah disebabkan oleh kendala bahasa dan tidak adanya pendamping saat dirawat di rumah sakit Saudi.

“(Mereka takut) dirawat oleh orang yang tidak mengerti bahasanya dan tidak ada pendampingnya,” jelasnya.

Dengan dibukanya kembali KKHI, Menag menyebut pelayanan kesehatan untuk jemaah menjadi lebih nyaman dan efisien.

Baca Juga: Emil Audero: Timnas makin kompak, suporter bakal jadi pemain ke-12 lawan China

“Penyakit-penyakit yang tidak mesti dirujuk bisa ditangani di KKHI, dan jemaah bisa kembali ke kemah dengan lebih cepat,” imbuhnya.

Nasaruddin menegaskan bahwa hanya penyakit tertentu yang tetap memerlukan rujukan ke rumah sakit Arab Saudi.

Sementara itu, sebagian besar keluhan kesehatan bisa ditangani langsung oleh tenaga medis Indonesia di KKHI.

“Kita yakinkan bahwa jemaah Indonesia lebih nyaman dirawat di KKHI karena faktor bahasa dan pendampingan,” tegasnya.

Baca Juga: Punya peluang debut lawan China, Emil Audero tak ingin terlalu emosional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X