news

Konflik Israel-Iran memanas, Mahfud MD minta RI kembali tegas ke politik bebas-aktif

Rabu, 4 Maret 2026 | 10:20 WIB
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD terkait sikap politik luar negeri RI di tengah konflik AS-Israel vs Iran (Instagram.com/@mohmahfudmd - @realdonaldtrump)

GENMILENIAL.ID – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyoroti keberadaan Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah memanasnya konflik Israel dan Iran sejak 28 Februari 2026.

Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran yang menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan tersebut dibalas Iran dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Arab.

Hingga Rabu, 4 Maret 2026, eskalasi dilaporkan terus meluas, termasuk penutupan Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas strategis di sejumlah negara Timur Tengah.

Baca Juga: Safari Ramadan di Binong, Bupati Subang perkenalkan kepala OPD di hadapan warga

Situasi tersebut memunculkan sorotan terhadap posisi Amerika Serikat, termasuk keberadaan BoP yang diklaim sebagai dewan perdamaian.

Di tengah dinamika itu, Mahfud menilai Indonesia perlu kembali menegaskan sikap politik luar negeri yang konsisten dan tidak terseret kepentingan blok tertentu.

Tegaskan prinsip bebas-aktif

Dalam siniar YouTube Mahfud MD Official, Rabu 4 Maret 2026, Mahfud menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah memiliki pijakan politik luar negeri yang jelas.

“Pertama iya sejak awal kemerdekaan itu kalau sikap politik luar negeri Indonesia sudah bebas aktif,” ujarnya.

Baca Juga: Iran tak goyah meski Khamenei gugur, AS-Israel terjebak konflik panjang

Menurutnya, bebas berarti tidak terikat pada kekuatan manapun, sementara aktif berarti berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.

Prinsip tersebut, kata Mahfud, sudah menjadi fondasi diplomasi Indonesia sejak era Presiden Soekarno.

Ia juga mengingatkan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki akar historis yang kuat.

Halaman:

Tags

Terkini