“Kami selaku orang tua mengucapkan terima kasih kepada Bapak TNI yang sudah mencegah terjadinya perang sarung kemarin,” ujarnya.
Remaja yang terlibat juga dihadirkan dan menyampaikan permintaan maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Itu sebagai pelajaran agar tidak mengulangi lagi,” kata salah satu remaja.
Warga hubungi Babinsa
Menurut keterangan warga, perang sarung tersebut terjadi di depan salah satu rumah.
Mendengar keributan, warga segera berbondong-bondong mendatangi lokasi dan menghubungi Babinsa Koramil Kuwarasan.
“Kemarin Selasa malam tanggal 24 Februari 2026 terjadi kenakalan remaja berupa perang sarung. Setelah mendengar keributan, kami dan warga berbondong-bondong dan menelepon Babinsa Koramil Kuwarasan,” ujar seorang warga.
Setelah anggota TNI tiba, situasi berhasil dikendalikan. Para remaja yang terlibat kemudian diamankan dan diantar pulang ke rumah masing-masing.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua dan peran aparat serta masyarakat dalam mencegah aksi kenakalan remaja, khususnya selama bulan Ramadan yang kerap diwarnai fenomena perang sarung.***