Umam mengaku belum mengetahui identitas pengirim pesan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa teror itu cukup membuatnya waspada.
Baca Juga: BP4D Subang: Musrenbang RKPD 2027 wajib sinkron dengan RPJMD, Astacita hingga Jabar Istimewa
Dua alamat rumah disebut dalam pesan
Yang lebih mengkhawatirkan, pelaku teror disebut mengetahui dua alamat rumah Umam. Bahkan, dalam pesan tersebut juga tercantum nama kedua orang tuanya.
Menurut pengakuannya, informasi pribadi itu dikirim bersamaan dengan kalimat bernada ancaman. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi serius.
Umam secara terbuka membagikan kejadian ini ke publik. Ia mengaku sengaja memposting bukti ancaman tersebut sebagai langkah antisipasi.
Ia berharap dengan mempublikasikan kejadian itu, publik mengetahui situasi yang sedang dihadapinya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Baca Juga: Advokat pengurus KAI DPD Banten diduga ditusuk oknum debt collector di Tangsel, polisi buru pelaku
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan teror terhadap petugas Damkar tersebut.
Kasus ini pun memantik diskusi luas di media sosial terkait keamanan data pribadi serta kebebasan berekspresi di ruang digital.***