Baca Juga: Hotmix baru hitungan bulan, jalan provinsi Binong Subang kembali berlubang
“Nanti saya akan blacklist dia di seluruh pemerintahan tidak akan bisa masuk. Saya pastikan akan di-blacklist betulan dengan serius,” katanya.
Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi peringatan bagi penerima beasiswa lainnya agar menjaga etika dan komitmen terhadap negara.
Awal mula polemik viral
Polemik ini bermula dari unggahan akun Instagram @sasetyaningtyas yang memperlihatkan paket dokumen dari Home Office Inggris berisi surat resmi kewarganegaraan dan paspor Inggris untuk anak keduanya.
Dalam video tersebut, DS menyampaikan pernyataan yang memicu kontroversi di media sosial.
“Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memantik reaksi keras warganet karena DS dan suaminya diketahui merupakan alumni LPDP yang dibiayai negara.
Publik kemudian menyoroti komitmen pengabdian pasca studi yang menjadi bagian dari kontrak penerima beasiswa.
Hingga kini, isu tersebut masih menjadi perbincangan luas di media sosial, terutama terkait etika penerima beasiswa negara dan tanggung jawab moral terhadap Indonesia.***