Hotmix baru hitungan bulan, jalan provinsi Binong Subang kembali berlubang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 23 Februari 2026 | 21:06 WIB
Lubang dan genangan air di ruas Cicadas - Binong, depan Polsek Binong, Subang. Jalan yang baru diaspal kembali rusak dan membahayakan pengendara, Selasa 23 Februari 2026 (Dok. Istimewa)
Lubang dan genangan air di ruas Cicadas - Binong, depan Polsek Binong, Subang. Jalan yang baru diaspal kembali rusak dan membahayakan pengendara, Selasa 23 Februari 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Jalan provinsi di Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, kembali rusak meski baru beberapa bulan lalu selesai diperbaiki dengan metode hotmix.

Kerusakan yang muncul di sejumlah titik memicu kekecewaan warga karena dinilai belum layak disebut awet.

Ruas jalan Cicadas–Binong yang menjadi jalur vital penghubung antarwilayah kini kembali dipenuhi lubang.

Bahkan, kerusakan cukup parah terlihat di depan Kantor Polsek Binong. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air.

Baca Juga: Kapolres Subang luncurkan program Rawatib 30 hari, perkuat patroli dan tekan gangguan kamtibmas selama Ramadan

Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Wawan Tugu, salah satu warga Binong, menyayangkan kondisi jalan yang kembali rusak dalam waktu singkat.

“Baru saja selesai diperbaiki, belum lama. Tapi sekarang sudah rusak lagi, banyak lubang di ruas jalan Cicadas–Binong dan yang parah di depan Kantor Polsek Binong. Padahal harapan kami bisa awet,” ujarnya, Selasa 23 Februari 2026. 

Menurut warga, kerusakan mulai tampak setelah beberapa pekan terakhir wilayah Binong diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Namun mereka menilai, kualitas pengerjaan seharusnya mampu bertahan lebih lama meski menghadapi cuaca ekstrem.

Baca Juga: Garitan Kalongliud, model pertanian sirkular ANTAM yang pulihkan lahan dan dongkrak ekonomi desa

Jalur vital ekonomi dan pertanian

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan tersebar di beberapa titik strategis yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga antar kecamatan.

Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tengah fokus meningkatkan kualitas infrastruktur pada periode 2025–2026 guna memperlancar akses ekonomi dan mendukung sektor pertanian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X