Dengan temuan tersebut, pihak keluarga meminta pemerintah dan tim SAR untuk meningkatkan intensitas pencarian, termasuk penambahan personel dan penggunaan helikopter.
“Ini sudah hari ketiga. Kami mohon bantuan dari Bapak Presiden dan semua pihak agar pencarian diperluas. Tolong selamatkan Farhan, karena ada tanda-tanda dia masih hidup,” ucap Pitri penuh harap.
Permintaan tersebut sejalan dengan fase golden time, yaitu periode krusial dalam operasi penyelamatan yang biasanya berlangsung 72 jam pertama sejak kejadian.
Basarnas kerahkan 1.200 personel
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa saat ini lebih dari 1.200 personel gabungan telah diterjunkan untuk melakukan pencarian di kawasan Gunung Bulusaraung.
Baca Juga: Uji adrenalin di Keranjang Sultan D’Castello, sensasi duduk melayang di atas ketinggian Ciater
“Dalam masa golden time ini, kami berharap ada keajaiban. Tim SAR terus bergerak untuk menemukan seluruh korban,” ujar Syafii saat konferensi pers di Posko SAR Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep.
Ia menegaskan bahwa pencarian tetap dilakukan secara maksimal meski menghadapi tantangan berat di lapangan.
Cuaca dan medan jadi kendala evakuasi
Menurut Syafii, kondisi cuaca ekstrem dan medan terjal menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi.
Beberapa korban yang telah ditemukan belum dapat dievakuasi karena faktor keselamatan.
“Cuaca berkabut dan angin kencang membuat operasi udara tidak bisa maksimal. Medan juga sangat sulit dijangkau,” jelasnya.
Pencarian terus dilakukan melalui jalur darat dan udara, sembari menunggu cuaca membaik agar helikopter bisa kembali dioperasikan secara optimal.