Sinyal smartwatch kopilot masih aktif, keluarga harap keajaiban di tengah pencarian pesawat ATR 42-500

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 19 Januari 2026 | 16:41 WIB
Upaya pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Instagram/kantorsar_makassar)
Upaya pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Instagram/kantorsar_makassar)

Dengan temuan tersebut, pihak keluarga meminta pemerintah dan tim SAR untuk meningkatkan intensitas pencarian, termasuk penambahan personel dan penggunaan helikopter.

Baca Juga: Membanggakan! Azzilfa Rahmani Dayyan, model cilik asal Subang terpilih sebagai Duta Seni Indonesia 2026

“Ini sudah hari ketiga. Kami mohon bantuan dari Bapak Presiden dan semua pihak agar pencarian diperluas. Tolong selamatkan Farhan, karena ada tanda-tanda dia masih hidup,” ucap Pitri penuh harap.

Permintaan tersebut sejalan dengan fase golden time, yaitu periode krusial dalam operasi penyelamatan yang biasanya berlangsung 72 jam pertama sejak kejadian.

Basarnas kerahkan 1.200 personel

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa saat ini lebih dari 1.200 personel gabungan telah diterjunkan untuk melakukan pencarian di kawasan Gunung Bulusaraung.

Baca Juga: Uji adrenalin di Keranjang Sultan D’Castello, sensasi duduk melayang di atas ketinggian Ciater

“Dalam masa golden time ini, kami berharap ada keajaiban. Tim SAR terus bergerak untuk menemukan seluruh korban,” ujar Syafii saat konferensi pers di Posko SAR Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep.

Ia menegaskan bahwa pencarian tetap dilakukan secara maksimal meski menghadapi tantangan berat di lapangan.

Cuaca dan medan jadi kendala evakuasi

Menurut Syafii, kondisi cuaca ekstrem dan medan terjal menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi.

Beberapa korban yang telah ditemukan belum dapat dievakuasi karena faktor keselamatan.

Baca Juga: Tanggapi laporan atas Pandji Pragiwaksono, Mahfud MD tegaskan tak semua kritik bisa disebut penistaan agama

“Cuaca berkabut dan angin kencang membuat operasi udara tidak bisa maksimal. Medan juga sangat sulit dijangkau,” jelasnya.

Pencarian terus dilakukan melalui jalur darat dan udara, sembari menunggu cuaca membaik agar helikopter bisa kembali dioperasikan secara optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X