Kasus ini makin ramai setelah muncul tudingan bahwa Agus sempat menyebut siswa dengan kata ‘miskin’. Tuduhan itu langsung dibantahnya.
“Saya tidak menghina. Itu saya sampaikan sebagai motivasi, bukan ejekan,” jelas Agus.
Ia mengaku menyampaikan kalimat tersebut dalam konteks pembinaan agar siswa tidak bertindak sembarangan.
Mediasi gagal, guru pertimbangkan jalur hukum
Agus mengungkapkan bahwa sempat ada upaya mediasi yang difasilitasi pihak sekolah. Namun, proses tersebut tak membuahkan kesepakatan.
Baca Juga: Ayah Syafiq Ali janji tetap menyayangi Himawan, sahabat pendakian anaknya di Gunung Slamet
Situasi kembali memanas saat jam istirahat, ketika sekelompok siswa disebut melakukan pengeroyokan dan pelemparan terhadap dirinya.
Meski menjadi korban kekerasan, Agus mengaku masih mempertimbangkan langkah hukum.
“Saya berat melaporkan mereka. Mereka anak didik saya, masih butuh bimbingan,” tuturnya.
Hingga kini, pihak sekolah maupun aparat setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penanganan kasus tersebut.***