Baca Juga: Jay Idzes sambut John Herdman, kapten Timnas ajak ukir sejarah baru bersama Garuda
“Motor ini tenggelam, Pak. Kalau tidak ada motor ini, mungkin saya juga ikut tenggelam,” ujarnya.
Ia mengaku laju abu dan material erupsi saat itu jauh lebih cepat dibandingkan dirinya berlari dengan berjalan kaki.
“Kalau lari pakai kaki, mungkin saya juga sudah tertimbun. Lavanya lebih cepat dari saya,” tandasnya.
Kisah Gimah menjadi potret nyata kecemasan warga yang hidup berdampingan dengan ancaman bencana alam, sekaligus pengingat pentingnya mitigasi, relokasi aman, dan pendampingan psikososial bagi masyarakat di kawasan rawan erupsi.***