Menurut Aditya, permintaan menghadirkan CCTV justru bisa menimbulkan efek domino yang tidak sederhana bagi posisi Ammar di mata hukum.
“Itu risikonya tinggi. Bahkan bisa berdampak lebih parah secara hukum,” katanya.
Aditya juga mengaku mendapatkan cerita langsung dari Ammar terkait dugaan intimidasi yang dialaminya.
Ia menyebut Ammar menyampaikan adanya pemukulan hingga tekanan agar mengakui peredaran narkoba.
“Dia cerita ke saya ada kekerasan. Intinya dia dipaksa mengaku mengedarkan narkoba,” ungkap Aditya.
Ammar Zoni minta CCTV dihadirkan di sidang
Sebelumnya, Ammar Zoni sempat menyinggung dugaan intimidasi tersebut saat diberi kesempatan bertanya kepada saksi dari kepolisian, Arif Rahman, dalam persidangan.
Ammar mempertanyakan perlakuan yang diterimanya selama proses pemeriksaan pada 3 Januari 2025.
“Apakah saya berbicara itu bagaimana perlakuannya? Yakin tidak ada intimidasi dan kekerasan?” tanya Ammar di persidangan.
Saksi Arif Rahman membantah adanya kekerasan. Namun Ammar tetap bersikeras dan meminta agar rekaman CCTV dihadirkan.
“Tolong Yang Mulia dihadirkan CCTV. Di situ ada tekanan, pemukulan, setrum, dan paksaan untuk mengaku,” ujar Ammar di hadapan majelis hakim.
Ammar menegaskan, pengakuan yang disampaikannya saat itu dilakukan di bawah tekanan dari pihak petugas rutan.