news

Aditya Zoni soroti dugaan intimidasi terhadap Ammar Zoni di Rutan Salemba, nilai banyak kejanggalan proses hukum

Selasa, 6 Januari 2026 | 18:02 WIB
Menyoroti penuturan adik Ammar Zoni, Aditya Zoni usai kakaknya mengaku mendapatkan intimidasi yang diduga dari petugas rutan (Instagram.com/@real_aditya1)

Menurut Aditya, permintaan menghadirkan CCTV justru bisa menimbulkan efek domino yang tidak sederhana bagi posisi Ammar di mata hukum.

Baca Juga: Galuh Pakuan siapkan multieven budaya dan olahraga 2026, hadiah Rp1 miliar dorong ekonomi kreatif dan prestasi daerah

“Itu risikonya tinggi. Bahkan bisa berdampak lebih parah secara hukum,” katanya.

Aditya juga mengaku mendapatkan cerita langsung dari Ammar terkait dugaan intimidasi yang dialaminya.

Ia menyebut Ammar menyampaikan adanya pemukulan hingga tekanan agar mengakui peredaran narkoba.

“Dia cerita ke saya ada kekerasan. Intinya dia dipaksa mengaku mengedarkan narkoba,” ungkap Aditya.

Baca Juga: 70 Personel Tim SAR dan relawan diturunkan, pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet diperpanjang dua hari

Ammar Zoni minta CCTV dihadirkan di sidang

Sebelumnya, Ammar Zoni sempat menyinggung dugaan intimidasi tersebut saat diberi kesempatan bertanya kepada saksi dari kepolisian, Arif Rahman, dalam persidangan.

Ammar mempertanyakan perlakuan yang diterimanya selama proses pemeriksaan pada 3 Januari 2025.

“Apakah saya berbicara itu bagaimana perlakuannya? Yakin tidak ada intimidasi dan kekerasan?” tanya Ammar di persidangan.

Saksi Arif Rahman membantah adanya kekerasan. Namun Ammar tetap bersikeras dan meminta agar rekaman CCTV dihadirkan.

Baca Juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro dituduh pimpin jaringan narkotika, penangkapannya oleh AS tuai kontroversi global

“Tolong Yang Mulia dihadirkan CCTV. Di situ ada tekanan, pemukulan, setrum, dan paksaan untuk mengaku,” ujar Ammar di hadapan majelis hakim.

Ammar menegaskan, pengakuan yang disampaikannya saat itu dilakukan di bawah tekanan dari pihak petugas rutan.

Halaman:

Tags

Terkini