Presiden Venezuela Nicolas Maduro dituduh pimpin jaringan narkotika, penangkapannya oleh AS tuai kontroversi global

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 6 Januari 2026 | 15:48 WIB
Menyoroti penangkapan presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS) terkait kasus narkotika internasional (Instagram.com/@jevuska)
Menyoroti penangkapan presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS) terkait kasus narkotika internasional (Instagram.com/@jevuska)

GENMILENIAL.ID — Linimasa media sosial tengah diramaikan kabar penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan narkotika internasional.

Informasi tersebut memicu perdebatan luas, terutama menyangkut aspek hukum internasional dan kedaulatan negara.

Berdasarkan laporan Reuters pada Selasa, 6 Januari 2026, Maduro ditangkap oleh pasukan AS dan untuk pertama kalinya dihadirkan di pengadilan federal Amerika Serikat di Manhattan, New York, pada Senin, 5 Januari 2026.

Baca Juga: Bantah dakwaan Rp809 miliar di kasus korupsi Chromebook, Nadiem Makarim tegaskan tak ada aliran dana ke dirinya

Penangkapan ini disebut dilakukan melalui operasi militer AS yang mengejutkan dunia internasional dan memicu ketegangan diplomatik global.

Dalam sidang perdananya, Maduro menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan yang dialamatkan kepadanya.

“Saya tidak bersalah. Saya tidak terbukti bersalah,” ujar Maduro melalui penerjemah di ruang sidang, seperti dikutip Reuters.

Ia juga menegaskan klaim legitimasi kekuasaannya.

Baca Juga: Terungkap, mayat pria bersimbah darah di perkebunan Wantilan Subang adalah konsultan perusahaan asal Klaten

“Saya adalah pria yang baik. Saya masih presiden negara saya, Venezuela,” tegasnya.

Sidang singkat di tengah pengamanan ketat

Sidang perdana Nicolas Maduro berlangsung singkat, sekitar 30 menit, dengan pengamanan ketat aparat federal AS. Hakim menetapkan sidang lanjutan akan digelar pada 17 Maret 2026.

Tak hanya Maduro, istrinya Cilia Flores yang turut ditangkap dalam operasi tersebut juga menyatakan tidak bersalah atas dakwaan yang diajukan jaksa federal AS.

Di luar gedung pengadilan, puluhan demonstran pro dan kontra Maduro berkumpul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X