Tak hanya itu, Menteri Agama juga menyinggung tantangan era modern, khususnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).
ASN Kementerian Agama diminta tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengawal nilai-nilai keagamaan agar teknologi tetap berpihak pada kemanusiaan dan kerukunan.
Baca Juga: Tak ada korban jiwa, mobil Camat Pantan Cuaca di Gayo Lues jatuh dan terseret arus Sungai Kala Tripe
“ASN Kemenag harus mampu mewarnai AI dengan konten keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan. Teknologi harus menjadi alat pemersatu, bukan pemecah belah,” tegasnya.
Penghargaan ASN dan pelajar berprestasi
Pada peringatan HAB ke-80 ini, Kemenag Subang juga menyerahkan Satyalancana Karya Satya kepada puluhan ASN yang telah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara atas kesetiaan, pengabdian, serta disiplin ASN dalam menjalankan tugasnya.
Selain ASN, puluhan pelajar berprestasi di Kabupaten Subang turut menerima penghargaan sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda yang berprestasi di bidang pendidikan keagamaan dan umum.
Rangkaian kegiatan HAB ke-80
Ketua Pelaksana Peringatan HAB ke-80 Kemenag Subang, Yayat Hendrayana, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HAB telah dimulai sejak pertengahan Desember 2025.
“Rangkaian kegiatan dimulai dari tingkat Kanwil di Tasikmalaya pada 19–20 Desember 2025, kemudian dilanjutkan di daerah. Di Subang ada berbagai kegiatan seperti lomba bola voli, kaligrafi, talkshow budaya, gerak jalan kerukunan, dan puncaknya upacara HAB hari ini,” ungkap Yayat.
Melalui peringatan HAB ke-80 ini, Kemenag Subang berharap semangat kerukunan, sinergi, dan pengabdian terus diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat.***