Baca Juga: Di balik senyumnya, bocah pengungsi Aceh hanya minta satu baju karena pakaiannya hanyut
“Saya hanya buruh tani. Pulang dari sawah rumah sudah terbakar dan ambruk. Alhamdulillah sekarang sudah berdiri rumah yang layak. Terima kasih untuk semua pihak yang membantu,” tuturnya.
Baginya, rumah baru tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan simbol harapan dan keberlanjutan hidup keluarganya.
Kang Rey: Rereongan adalah kekuatan Subang
Bupati Subang Kang Rey mengapresiasi peran FMP Jabar, para donatur, dan masyarakat yang telah bersatu membantu warga terdampak musibah. Menurutnya, kolaborasi semacam ini harus terus diperkuat.
“Ini contoh nyata bahwa dengan rereongan, persoalan sosial bisa diselesaikan. Bantuan ini hasil udunan masyarakat dan lembaga-lembaga donatur. Inilah kekuatan kita di Subang,” kata Kang Rey.
Baca Juga: Lelah makan mi di pengungsian, sepiring nasi Padang jadi 'hari raya' bagi korban banjir Aceh Tamiang
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Subang akan terus hadir dan mendukung inisiatif sosial berbasis masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Santunan anak yatim dan kehadiran berbagai elemen
Selain peresmian rumah layak huni, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu oleh Ketua FMP Jabar.
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Ciasem, Sekretaris DPKPP Kabupaten Subang, Kabag Kesra Setda Subang, unsur Forkopimcam, perwakilan Dinas Sosial, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, Karang Taruna, serta para donatur.***