Banyak dari mereka belum tersentuh bantuan logistik sama sekali.
Baca Juga: ESDM evaluasi 23 izin tambang di tiga provinsi terdampak banjir-longsor Sumatera
Bantuan belum merata, sembako tak tembus pedalaman
Menurut Mualem, tumpukan bantuan sembako hanya terjadi di wilayah yang mudah dijangkau, sementara pedalaman sama sekali belum terlayani.
“Yang kami tahu mereka cukup banyak membutuhkan sembako semuanya dan belum terjamah terutama ke pedalaman,” ucapnya.
Ia meminta pemerintah pusat mengarahkan distribusi langsung ke titik-titik paling terdampak agar bantuan tidak menumpuk di satu daerah saja.
Baca Juga: BNPB: 867 korban meninggal dan 521 hilang akibat banjir–longsor di Sumatera
Desak penambahan armada udara
Beberapa daerah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, hingga Gayo Lues hanya dapat diakses melalui jalur udara.
Minimnya armada helikopter membuat suplai logistik tersendat.
“Belum, belum (progres distribusi jalur udara). Helikopter tidak seberapa, hanya bisa membawa bantuan 1 sampai 2 ton,” sebutnya.
Mualem menilai dibutuhkan pesawat Hercules untuk mencapai wilayah paling terpencil.
Baca Juga: Guru Subang galang donasi Rp653 juta, Kang Rey tegaskan komitmen lindungi guru
“Kita perlu Hercules yang bisa membawa 5 sampai 6 ton, karena kita bisa suplai ke daerah-daerah terpencil,” tambahnya.
Butuh tenda pengungsian dan air bersih