Tenaga medis masih cukup, belum perlu datangan dari Jawa
Benjamin juga memastikan tambahan tenaga medis dari luar daerah belum diperlukan.
Baca Juga: Tragedi banjir bandang di Kabupaten Agam telan 74 korban jiwa, 2.500 warga mengungsi
“Kita sudah ada laporannya dokternya aman, jumlah perawat aman, kita nggak ada masalah di sana untuk jumlah tenaga medis. Nggak usah kirim dari Jawa, mereka masih cukup,” tegasnya.
Waspada penyakit pascabanjir
Wamenkes mengingatkan munculnya penyakit pascabanjir seperti leptospirosis dan diare yang rawan dialami warga terdampak.
“Kami datang akan mengatur strategi supaya pemerintah daerah akan disupport oleh pemerintah pusat, baik obat-obatan apa yang perlu akan kami drop ke sana,” paparnya.
Bantuan logistik dan obat sudah dikirim
Sebelumnya, dalam rapat dengan Kemenko PMK, Kemenkes memastikan bantuan logistik kesehatan telah dikirim.
“Kami juga sudah mengirim logistik kesehatan, obat, dan bahan medis habis pakai. Kami juga mengirim pengganti makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil,” ujar perwakilan Kemenkes pada Kamis, 27 November 2025.
Tenaga medis cadangan juga dikerahkan, termasuk dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan, dan epidemiolog untuk membantu pelayanan kesehatan di lokasi bencana.
Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas hingga rumah sakit juga telah disiapkan untuk memberikan layanan bagi warga terdampak.***