Ia menyebut hal ini sebagai pemenuhan hak anak atas akses makanan bergizi.
“MBG merupakan program terbesar dalam investasi SDM Indonesia untuk generasi emas 2045,” kata Dadan dalam acara SAC 2025.
Baca Juga: Kasus impor 250 ton beras di Sabang diduga ilegal, Mentan Amran pastikan tak ada izin dari Kemendag
Dadan menjelaskan bahwa MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi.
Dana yang diterima SPPG per wilayah mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan dan 85 persen digunakan untuk membeli bahan baku, 99 persen di antaranya berasal dari sektor pertanian.
Sebanyak 10,5 persen sisanya digunakan untuk menggaji seluruh tenaga kerja yang terlibat, mulai dari ibu-ibu dapur hingga petugas operasional, yang turut memperoleh pendapatan dari program ini.***