news

Masih berstatus Awas, Gunung Semeru tetap steril radius 8 km: Aktivitas vulkanik belum reda

Minggu, 23 November 2025 | 15:54 WIB
Gunung Semeru masih erupsi aktif hingga Minggu, 23 November 2025 (PVMBG)

GENMILENIAL.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Minggu pagi, 23 November 2025.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, KESDM Badan Geologi PVMBG, cuaca di sekitar puncak terekam mendung dengan angin lemah ke arah barat laut.

Hingga kini, Semeru masih berada di Level IV atau Awas, belum mengalami penurunan status sejak erupsi pada Rabu, 19 November 2025.

Aktivitas vulkanik masih tinggi

Dalam laporan periode 00.00–06.00 WIB, asap kawah teramati membumbung hingga 1.000 meter dari puncak.

Baca Juga: Kontroversi pemakzulan Gus Yahya: Rapat harian Syuriyah dinilai tak punya kewenangan pecat Ketum PBNU

Dua kali letusan juga terjadi dengan kolom asap setinggi 500–700 meter ke arah barat daya.

Memasuki hari keempat pascaerupsi, aktivitas kegempaan masih cukup tinggi dengan catatan 36 kali gempa letusan, dua kali gempa guguran, dan lima kali gempa hembusan.

PVMBG tegaskan radius aman 8 km wajib dikosongkan

PVMBG menegaskan bahwa wilayah dalam radius 8 kilometer dari puncak Semeru harus benar-benar steril dari aktivitas apa pun.

Sementara sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak menjadi zona paling berbahaya dan sama sekali tidak boleh dimasuki.

Baca Juga: Koalisi Sipil ancam gugat ke MK hingga lapor PBB: Kritik keras soal pemberlakuan KUHAP baru Januari 2026

Warga yang tinggal di luar radius tersebut juga diimbau tetap menjaga jarak minimal 500 meter dari sempadan sungai, mengingat potensi bahaya awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat bergerak cepat mengikuti alur sungai.

Sungai yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungai lain di sekitarnya.

Halaman:

Tags

Terkini