news

Diskusi alot soal diskon tol Nataru dan Idul Fitri 2026, Menteri PU: Demi merah putih, BUJT biasanya mau

Minggu, 2 November 2025 | 05:25 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pemerintah tengah membahas kemungkinan pemberian diskon tarif tol untuk Nataru 2026 (YouTube/Kementerian PU)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah tengah membahas kemungkinan pemberian diskon tarif tol menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Pembicaraan juga mencakup kebijakan serupa untuk periode mudik dan balik Idul Fitri 2026, mengingat kedua momentum tersebut berjarak cukup dekat.

“Kita sudah mulai diskusi dengan Badan Usaha Jalan Tol supaya mereka berkenan lagi memberikan diskon seperti tahun lalu, 20 persen lah kalau nggak salah,” ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2025.

Baca Juga: Jejak candaan lama hingga dukungan ormas: Kasus narkoba Onadio Leonardo kini jadi sorotan tajam publik

“Jadi kita lagi diskusi terus ini. Karena kan kita tidak hanya bicara Nataru, tapi juga Idul Fitri, karena mereka deketan nih,” tambahnya.

Diskusi disebut alot, tapi ada komitmen nasional

Dody mengakui bahwa pembahasan dengan BUJT berlangsung cukup alot lantaran potongan tarif tol berdampak langsung pada pendapatan operator.

Namun, menurutnya, pengelola jalan tol umumnya tetap menunjukkan komitmen nasional dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“Walaupun ya, kalau di kami kan jalan tol ini kan menggerus keuntungan mereka. Jadi diskusinya agak sedikit alot. Tapi kalau sudah demi Merah Putih, biasanya mereka bersedia,” katanya.

Baca Juga: Fenomena 'Purbaya effect' : Saat popularitas Menteri Keuangan naik tajam, tapi tetap ogah terjun ke politik

Dody menilai, pemberian diskon tarif tol bukan hanya sekadar stimulus ekonomi, tetapi juga strategi rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan saat libur panjang.

Langkah antisipasi kemacetan libur panjang

Menurut Dody, potongan tarif tol dapat membantu menyebar waktu perjalanan pengguna jalan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di hari-hari puncak arus mudik maupun libur Nataru.

“Apalagi kalau numpuk semua, kan bisa macet total, jadi masalah baru bagi pemilik tolnya,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini