Situasi ini menimbulkan dilema, antara kebanggaan nasional dan rasionalitas ekonomi.
Perlu transparansi dan akuntabilitas politik
Kontroversi Whoosh kini menyingkap persoalan mendasar dalam tata kelola proyek strategis nasional—kurangnya transparansi sejak tahap perencanaan hingga pembiayaan.
Akbar Faizal menegaskan perlunya kejelasan tanggung jawab atas keputusan masa lalu.
“Tidak adil bagi anak-anak bangsa ini, cucu-cucu kita, menanggung beban sebesar ini hanya karena dulu tidak ada yang berani bersuara,” ujarnya.
Kini, akar persoalan Whoosh bukan hanya soal utang, tetapi juga model pembiayaan dan keputusan politik yang sejak awal dinilai tidak rasional dan minim evaluasi publik.***