Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan gizi dan ketimpangan sosial yang masih tinggi.
“Rata-rata pendidikan masyarakat Jawa Barat masih di tingkat SD, dan ini berpengaruh pada kemampuan keluarga dalam memenuhi gizi anak,” jelas Dadan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi dari kualitas dan keamanan pangan yang diterima anak-anak di sekolah.
Baca Juga: Hakim tolak gugatan Nadiem Makarim, penetapan tersangka dinilai sesuai prosedur hukum
Simbol komitmen bersama
Rapat konsolidasi ini ditutup dengan pembacaan Ikrar dan Komitmen Bersama dari seluruh Kepala SPPG, ahli gizi, dan mitra yayasan untuk memperkuat tata kelola MBG.
Komitmen tersebut mencakup empat poin utama:
- Menjaga keamanan pangan dan mencegah keracunan.
- Meningkatkan kualitas dan cita rasa hidangan MBG.
- Mengimplementasikan SOP secara disiplin dan menyeluruh.
- Menyukseskan penyediaan menu bergizi seimbang di seluruh wilayah.
Langkah ini menjadi simbol sinergi nyata antara pemerintah provinsi dan daerah dalam memastikan setiap anak di Jawa Barat mendapatkan haknya atas makanan bergizi, sehat, dan aman.***