“Tidak akan ada kebocoran. Air dari kegiatan akan habis oleh proses pemanasan dan peleburan, sementara dampak udara sudah dihitung sejak tahap rona awal,” jelasnya.
Dengan kehadiran fasilitas ini, Subang diharapkan tidak hanya lebih siap mengatasi persoalan limbah, tetapi juga mampu menumbuhkan sektor industri dengan prinsip ramah lingkungan.***