Dana pensiun ASN di PT Taspen terancam, pemerintah soroti risiko likuiditas THT

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 25 Agustus 2025 | 22:04 WIB
Dana pensiun untuk aparatur sipil negara (ASN) yang dikelola PT Taspen (Persero) mulai mendapat sorotan serius sebagian publik di Tanah Air (Dok. Taspen)
Dana pensiun untuk aparatur sipil negara (ASN) yang dikelola PT Taspen (Persero) mulai mendapat sorotan serius sebagian publik di Tanah Air (Dok. Taspen)

GENMILENIAL.ID – Dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) yang dikelola PT Taspen (Persero) mendapat sorotan serius menyusul catatan dalam Nota Keuangan RAPBN 2026 terkait potensi risiko likuiditas.

Meski mayoritas program jaminan sosial Taspen masih berada di zona aman, program tabungan hari tua (THT) justru menunjukkan tren penurunan rasio likuiditas.

Peserta didominasi ASN usia 40–50 tahun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan, penyebab utama penurunan itu karena mayoritas peserta kini berusia 40–50 tahun.

Dalam beberapa tahun mendatang, kelompok tersebut memasuki masa pensiun dan jumlah klaim diperkirakan melonjak.

Baca Juga: Aksi tagar bubarkan DPR di parlemen, mahasiswa gaungkan tuntutan tata ulang legislatif dan hapus tunjangan pejabat

“Program THT diperkirakan menghadapi risiko likuiditas jangka panjang karena peningkatan klaim seiring dominasi ASN usia 40–50 tahun,” tertulis dalam Nota Keuangan RAPBN 2026, Senin 25 Agustus 2025. 

Risiko fiskal dan beban APBN

Meski skema pensiun pay-as-you-go berbasis APBN dinilai relatif aman, pemerintah mengingatkan potensi risiko tetap membayangi, terutama dari investasi dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang sangat sensitif terhadap pasar keuangan.

“Risiko fiskal dari program pensiun dan THT cukup signifikan dalam jangka menengah dan panjang, terutama jika tidak ada reformasi kebijakan yang tepat,” bunyi dokumen tersebut.

Baca Juga: Imbas demo ricuh di DPR, operasional KRL terbatas hanya sampai Stasiun Kebayoran

Jika tidak diantisipasi, lonjakan klaim berpotensi menambah beban APBN karena pemerintah harus menutup kekurangan dana Taspen.

Komposisi investasi Taspen

Hingga kini, sebagian besar investasi Taspen ditempatkan pada obligasi negara (66,7 persen), deposito (21,3 persen), serta instrumen lain seperti reksa dana dan saham (12 persen).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X