AS di persimpangan energi dan teknologi
Ketergantungan AS pada magnet tanah jarang dari China menciptakan dilema strategis.
Baca Juga: Kesepakatan mangkrak, Jepang desak AS segera turunkan tarif impor mobil dan suku cadang
Di satu sisi, Washington ingin mengurangi ketergantungan pada impor.
Namun di sisi lain, pembatasan pasokan berisiko menghambat proyek besar di sektor energi hijau, industri mobil listrik, hingga sistem persenjataan canggih.
Ancaman tarif 200 persen menjadi sinyal bahwa perang dagang 2025 bukan hanya soal barang konsumsi, tetapi juga perebutan kendali atas komoditas teknologi masa depan.***